SEJARAH DESA SUMBERBARU

  23 Maret 2017  |  DESA SUMBERBARU

SEJARAH DESA SUMBERBARU

 

Pada awal berdirinya Desa Sumberbaru berawal dari kesepakatan masyarakat yang ingin mengurus surat menyurat dengan cepat dan dekat, maka seluruh masyarakat bersepakat untuk mendirikan Desa sendiri dan meminta kepada Pemerintah Desa induk yaitu Desa Kemiri untuk memecahkan Desa dan mendirikan Desa sendiri. Pada waktu itu pemerintah Desa Kemiri bersikukuh tidak mau, akan tetapi berkat perjuangan tokoh – tokoh masyarakat dan Ridho Allah SWT, sehingga sepakatlah Pemerintah Desa . Setelah sepakat dipecah pada waktu masih Desa persiapan dan belum definitif juga terjadi lagi perebutan tapal batas yaitu Dukuh Sidomulyo atau Kampung Anyar, sehingga sampai Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turun untuk melakukan jajak pendapat. Sehingga, hasil keputusan jajak pendapat Dukuh tersebut sekarang tetap masuk Desa Kemiri.Setelah itu pada Tahun 2000 Bulan Desember ditetapkanlah Desa ini menjadi Desa definitif dan dinamakanlah Desa Sumberbaru, dikarenakan di Desa ini banyak terdapat Sumber - sumber Mata Air dan sepakatlah Tokoh Masyarakat menamakan Desa Sumberbaru karena banyaknya sumber tersebut, dan kata baru diambil dari sesuatu yang memang baru berdiri. Jadi, dijadikan satu sehingga menjadi nama SUMBERBARU.Desa Sumbebaru terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun umbulrejo, Paeloan dan Kendal.

 

  1. Dusun Umbulrejo

Pada zaman dahulu kala Kampung Umbulrejo memiliki mata air yang sering dikunjungi orang banyak, dan orang yang datang selalu mandi di mata air tersebut. Mata air tersebut kata sesepuh bias digunakan untuk mengobati penyakit gatal-gatal. Sangking ramainya pengujung berdatangan setiap harinya. Jadi, oleh orang kampung di namakan, mata air : ”Umbul” dan ramai: ”Rejo”, sehingga nama tersebut sampai sekarang menjadi Kampung Umbulrejo.

 

  1. Dusun Paeloan

Dusun Paeloan terdiri dari lima kampung yang terpencar, antara lain: Dusun Susukan, wilayah Barat, wilayah Tengah, wilayahTimur dan Kaliweni. Diantara kampong ini banyak tumbuh pepohonan Lo - Lo – an yang sangat lebat. Kampung tersebut belum mempunyai nama, sehingga tokoh masyarakat sekitar memberi nama kampung tersebut Paeloan.

  • Wilayah Dusun Susukan ini dulunya banyak ditemukan pari-parit kecil yang kata orang Banyuwangi disebut “Susuk-susuk”, sehingga kampung tersebut dinamakan Susukan.
  • Wilayah Paeloan Barat ini terletak di wilayah paling barat di dusun Paeloan, sehingga namanya disebut Kampung Paeloan Barat. Wilayah Paeloan Barat ini terletak di wilayah paling barat di dusun Paeloan, sehingga namanya disebut Kampung Paeloan Barat.
  • Wilayah Paeloan Tengah ini terletak di wilayah tengah Dusun Paeloan, sehingga namanya disebut Kampung Paeloan Tengah.
  • Wilayah Paeloan Timur berada di wilayah paling timur di Dusun Paeloan, sehingga namanya disebut Kampung Paeloan Timur.
  • Kaliweni terletak di wilayah paling utara dan berbatasan dengan Desa Parangharjo. Dulunya wilayah Kaliweni terdapat sungai yang bernama “Kali weni”, untuk memudahkan panggilan dinamakan Kampung Kaliweni.

 

  1. Dusun Kendal

Pada zaman dahulu kala ada pohon besar yang bernama “Pohon Kendal”, yang terletak di simpang tiga. Pohon tersebut selalu di pergunakan warga sekitar untuk pertemuan dan berteduh setiap orang yang lalu lalang. Sehingga, singkat cerita, oleh sesepuh dahulu bersepakat kampung tersebut dinamakan Dusun Kendal dan dusun Kendal tersebut mempunyai 4 kampung yaitu Kendal, Payung, Sere dan Sumbertarung.

  • Pada zaman dahulu terdapat yang sangat rindang dan besar yang menyerupai seperti payung. Pohon tersebut berada di tepi jalan yang menghubungkan Kampung Umbulrejo dan Kampung tersebut. Pohon itu selalu digunakan untuk berteduh bagi orang yang melewati jalan itu. Akhirnya, masyarakat sekitar bersepakat untuk memberi nama Kampung Payung Dusun Kendal. Karena dianggap memayungi setiap orang yang berteduh di bawah pohon tersebut.
  • Wilayah Sere dulunya banyak sekali tanaman “Sere” yang berserakan, dan orang - orang yang lewat selalu mengagumi tanaman tersebut. Untuk memudahkan, tokoh masyarakat sepakat untuk memberi nama Kampung Sere. Sampai sekarang nama tersebut dikenal Kampung Sere Dusun Kendal.
  • Wilayah Sumbertarung disana ada pertemuan mata air yaitu terdiri dari mata air dari Kencono dan mata air dari Sungai Kumbo. Sampai sekarang pertemuan sumber air ini masih ada dan oleh orang-orang sekitar kampung dinamakan Sumbertarung.

Contact Details

  Alamat :   Jl Ky Mahfud No.45 Sumberbaru
  Email : ds.sumberbaru@gmail.com
  Telp. : 082330630344
  Instagram : @sumberbaru
  Facebook : @Sumberbaru0k
  Twitter : @sbr


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi